Adab Bercermin

Sidoarjo – Anak-anak pada usia TK umumnya memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap dirinya sendiri, terutama mengenai bagian-bagian tubuh yang dimiliki. Ketika anak mulai bertanya, orang tua atau guru dapat mengajaknya bercermin agar lebih mudah memberikan penjelasan tentang bagian tubuh yang dimaksud secara lebih jelas dan konkret. 

Pada proses ini, anak sebenarnya sedang belajar mengenal dan memahami dirinya sendiri, juga mulai memahami bahwa setiap bagian tubuh merupakan ciptaan Allah yang patut disyukuri. Selama fase ini berlangsung, orang tua atau guru memiliki peran penting dalam mengenalkan “adab bercermin” dalam Islam, untuk membantu anak mengetahui hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika bercermin. Namun, bagaimana cara mengajarkannya kepada anak-anak?

Adab Bercermin
Pembelajaran adab dalam bercermin pada anak usia dini – TK Islam Al Azhar 51 Sidoarjo

 

Pemahaman Makna Adab Bercermin Pada Anak Usia TK

Ada beberapa adab bercermin yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak, diantaranya:

  • Membaca Do’a dan Bersyukur

Bercermin bukan hanya sekedar kegiatan untuk melihat penampilan diri, melainkan juga dapat dijadikan sebagai momen untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah melalui do’a dan bersyukur atas karunia-Nya. Ajarkan anak untuk selalu mensyukuri segala kenikmatan yang Allah berikan, diantaranya seperti anggota tubuh yang lengkap, kesehatan badan, dan kemampuan panca indera. Hal ini bisa menjadi salah satu sarana pembentukan karakter anak dan penanaman nilai-nilai Islami sejak dini. 

Adapun do’a untuk bercermin itu sendiri adalah:

 

الْحَمْدُ للَّهِ اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Artinya: “Segala puji bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

  • Tidak Berlama-Lama dan Tidak Berlebihan dalam mengagumi kecantikan diri

Berlama-lama di cermin dapat menimbulkan perasaan negatif seperti kecemasan atau insecurity (merasa kurang), karena semakin kita memperhatikan diri kita, kita akan terfokus pada beberapa hal yang masih kurang dalam diri kita, dan mencoba memikirkan cara untuk memperbaikinya. Mengubah bentuk tubuh secara berlebihan atau tanpa alasan yang syar’i adalah perilaku yang tidak disukai Allah, karena dianggap sebagai kurang mensyukuri pemberian-Nya. 

Adapun berlama-lama bercermin juga dapat menimbulkan perasaan berlebih dalam mengagumi kecantikan diri yang berisiko menumbuhkan sifat sombong atau merasa lebih dari orang lain, dan merendahkan orang lain. Hal ini akan berdampak pada perilaku anak saat berada di lingkup sosial. 

  • Sabar dan Rendah Hati (Tidak Mencela Diri)

Ketika anak merasa ada yang kurang dalam dirinya, terutama terkait dengan hal fisik, ajarkan anak untuk menyikapinya dengan sabar dan rendah hati. Dengan kedua sikap tersebut, anak akan menjadi pribadi yang lebih tenang dan lebih menghargai dirinya sendiri dengan tidak mencela kekurangannya. 

Orang tua atau guru bisa memberikan pemahaman bahwa di setiap kekurangan yang diberikan Allah Ta’ala, pasti ada kelebihan lainnya dalam diri anak, dan setiap manusia ciptaan Allah itu sempurna, pasti setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, kemudian bimbing anak untuk fokus pada pengembangan kelebihan dalam dirinya. 

  • Muhasabah

Salah satu adab bercemin dalam Islam adalah melakukan muhasabah atau introspeksi diri, kebiasaan sederhana yang dapat mulai dikenalkan sejak usia dini. Saat bercermin, ajarkan anak untuk tidak hanya memandang kecantikan tubuh saja, ingatkan bahwa yang terpenting bukan hanya hal yang nampak (fisik), tetapi ada pada akhlak dan perilakunya sehari-hari.

Penampilan fisik dapat diperbaiki bilamana ada kekurangan, namun pembentukan karakter memerlukan pembiasaan dan kesungguhan sejak usia dini. 

 

Cara Mengajarkan Adab Bercermin Kepada Anak-Anak di TK Islam Al Azhar 51 Sidoarjo

TK Islam Al Azhar 51 Sidoarjo memiliki beberapa metode dalam membantu anak-anak mempelajari adab bercermin sesuai sunnah yang dilakukan melalui pembiasaan secara menyenangkan dan konsisten, agar lebih mudah dipahami dan dibiasakan untuk mengamalkan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari. 

  • Praktik Langsung Bersama Guru

Anak diajak untuk mempraktikan bercermin secara langsung dan diajarkan untuk membaca do’a nya secara perlahan, juga memahami maknanya.

  • Menanamkan Rasa Syukur

Ketika bercermin, guru mengajarkan anak tentang rasa syukur terhadap kelebihan dan kekurangan anak. Sampaikan bahwa setiap manusia punya keistimewaannya masing-masing, sehingga dengan hal tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang sehat pada anak dan belajar untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain. Anak belajar menerima dirinya, bersyukur, dan berusaha memperbaiki akhlaknya.  

  • Mengaitkan dengan Kebersihan

Bercermin juga dapat menjadi momen untuk memastikan kerapihan diri, seperti pakaian bersih, wajar bersih, atau rambut yang tertata rapi. Kerapihan menjadi bagian dari kebersihan diri. 

  • Menghindari Sikap Sombong

Setelah mempelajari tentang rasa syukur, ingatkan anak untuk memahami bahwa apa yang dimiliki itu amanah dari Allah, bukan sepenuhnya milik kita. Maka dari itu, anak tidak boleh merasa sombong jika memiliki kelebihan dalam diri dan tidak boleh berlebihan dalam menunjukkan hal tersebut. 

Melalui pembiasaan adab bercermin, TK Islam Al Azhar 51 Sidoarjo berkomitmen membentuk generasi yang cerdas secara akademik, juga memiliki akhlak yang baik dan kepribadian Islami sejak dini. 

 

Yuk, ajarkan adab kepada anak sejak usia dini bersama TK Islam Al Azhar 51 Sidoarjo

Kami siap menjadi partner terbaik Ayah dan Bunda dalam membentuk generasi muslim yang bertaqwa, cerdas, mandiri, dan beradab.

Informasi & Pendaftaran, dapat menghubungi kami melalui: 

Telepon:

  • Pak Aan : 0851 3800 2027
  • Bu Fitri : 0813 8345 0550
  • Bu Rere : 0852 3006 6364 

 

Sosial Media resmi: Instagram TK Islam Al Azhar 51 Sidoarjo 

Website resmi: PMB TK Islam Al Azhar 51 Sidoarjo 

Postingan Terkait